"Kamu ga pulang?"
Aku menggelengkan kepala
"Dijemput"
Sekali lagi kepalaku menggeleng
"Kamu kenapa ga pulang?"
Dia diam
"Jemput?"
Dia mengangguk
Entah mengapa mata ini memanas
Jika mata adalah bagian tubuh yang paling jujur, mungkin dia akan berteriak
Berorasi padanya untuk tidak meninggalkan aku disini sendiri
Mungkin aku bisa jadi perempuan itu
Mungkin dia bisa jadi laki-laki itu
Yang ditinggal pergi
Yang menatap sepi
Yang menunggu hari
Untuk malam ini saja
Bisakah aku tidak menjadi wanita itu
Dan dia tidak menjadi pria itu?
Tuesday, April 23, 2013
Monday, April 8, 2013
Ada apa diantara masalah?
Setiap kejadian sebenernya memiliki Hikmah tersendiri bukan?
Atau kata yang paling sering saya gunakan untuk ini adalah "pencerahan diantara masalah".
Mengapa saya pakai kata diantara; karena saya sering kali menemukan pencerahan itu kala saya sedang berhadapan dengan masalah, bukan hanya pada saat masalah tersebut sudah selesai. Berkat pencerahan yang muncul saat masalah itu ada, saya jadi bisa menyelesaikan masalah itu dengan pola pikir yang sehat dan tanpa menimbulkan marah, kesal, emosi berlebih darinya. Bahkan sering kali, pencerahan itu memunculkan pencerahan lainnya meski dalam konteks yang berbeda. Iya, layaknya regenerasi pencerahan dalam diri
Seringnya, manusia jarang sekali mau mencari atau melihat pencerahan yang sesungguhnya menguntungkan baik untuk dirinya sendiri atau orang lain. Memang tidak mudah menemukan pencerahan dari tiap masalah atau kejadian yang menghampiri pribadi, saya akui itu. Butuh kesiapan hati dan pikiran yang terbuka untuk dimasuki oleh pencerahan. Dan disitulah sulitnya.. Sulit untuk manusia membuka hati yang penuh dengan kedengkian, kebencian, dan penyakit hati lainnya. Sulit juga untuk manusia melebarkan pikiran yang sering kali penuh dengan kecemasan, asumsi, label dan pikiran jelek lainnya. Entah, mungkin manusia memang sudah memiliki paket itu makanya terkadang dikatakan manusiawi (saya tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk ini).
Menemukan pencerahan di kala berhadapan dengan masalah rasanya memang tidak begitu mengasyikan. Seperti sedang dikuliti pelan, diberi taburan garam setelahnya, dan dijemur kering di terik matahari. Sakit. Bayangkan pikiran dan hati kamu diharuskan bebas dari rasa negatif dan diharuskan menemukan hal positif dari masalah yang mengguncang duniamu, memukul bertubi-tubi pikiranmu atau mengiris hatimu menjadi serpihan. Reaksi paling mudah untuk itu adalah marah, menyalahkan yang lainnya, atau berpikir negatif. Benar?
Dan saya meyakini bahwa hal inilah yang menyulitkan manusia menemukan pencerahan. Dan saya juga menyakini bahwa hal apapun yang diselesaikan atau dijalani dengan memilih reaksi paling mudah ini adalah fana. Sayangnya, memilih hal mudah, semisal menyalahkan orang lain pada peristiwa mengiris hati, adalah yang paling sering terjadi.
Ah andai banyak orang lebih membuka hati ketimbang memilih reaksi paling mudah, mungkin perdamaian dunia tidak lagi menjadi utopis.
Tuesday, April 2, 2013
Perihmu, Perihku
Akhirnya tiba hari ini
Aku dan kamu yang memutuskan untuk pergi
Mencari bahagia dengan caranya sendiri
Mungkin kita terlalu lama saling menyakiti
Tanpa sadar kaki ini telah lelah dan tak kuat untuk berdiri
Berdiri disampingmu hingga akhir nanti
Yang tersisa darimu kini hanya kenangan
Saat kamu menarikku untuk berpegangan tangan
Saat keningku menjadi target kecupan
Saat rinduku yang terhapus hanya dengan pelukan
Saat kita berbagi angan tentang masa depan
"Ah sudah bukan saatnya bersedih", hatiku bilang
"Didepan sana masih akan banyak aral melintang, jangan gamang! "
Cinta tidak pergi, tidak menghilang
Dia hanya butuh diam, butuh tenang
Jika saatnya tiba, cinta akan kembali mencari pasang
Yang menjaga dan mengelilingi dengan rasa sayang
Sayang yang nyata
Sayang yang dewasa
Sayang yang bukan kita
*terinspirasi dari perihmu
Aku dan kamu yang memutuskan untuk pergi
Mencari bahagia dengan caranya sendiri
Mungkin kita terlalu lama saling menyakiti
Tanpa sadar kaki ini telah lelah dan tak kuat untuk berdiri
Berdiri disampingmu hingga akhir nanti
Yang tersisa darimu kini hanya kenangan
Saat kamu menarikku untuk berpegangan tangan
Saat keningku menjadi target kecupan
Saat rinduku yang terhapus hanya dengan pelukan
Saat kita berbagi angan tentang masa depan
"Ah sudah bukan saatnya bersedih", hatiku bilang
"Didepan sana masih akan banyak aral melintang, jangan gamang! "
Cinta tidak pergi, tidak menghilang
Dia hanya butuh diam, butuh tenang
Jika saatnya tiba, cinta akan kembali mencari pasang
Yang menjaga dan mengelilingi dengan rasa sayang
Sayang yang nyata
Sayang yang dewasa
Sayang yang bukan kita
*terinspirasi dari perihmu
Tuesday, March 26, 2013
To my Clark Kent
Strolling along down the road in the evening with the moon and the sky
Hey diddle-diddle the cat in the fiddle my heart jumps over the moon
My hands are held while we're crossing the street
It's all I could hope for
Seeing your smile when I tickle your tummy is all I ever wish for
Sometimes you're sweeter than a pie made of lemon
But sometimes full of secrets like Clark Kent
Twist me around
All I need is someone who's willing to stroke my hair
Like a soft blowing breeze..
My poor sentimental side
Twist me around
I've always dreamed of being couple like Daisy and the famous Donald Duck
Harry and Sally or Bonnie and Clyde all you have to do is knock
Sometimes you're sweeter than a pie made of lemon
But sometimes full of secrets like Clark Kent
Twist me around
All I need is someone who's willing to stroke my hair
Like a soft blowing breeze..
My poor sentimental side
Twist me around
All I need is someone who's willing to stroke my hair
Like a soft blowing breeze..
My poor sentimental side
Twist me around
Hey diddle-diddle the cat in the fiddle my heart jumps over the moon
My hands are held while we're crossing the street
It's all I could hope for
Seeing your smile when I tickle your tummy is all I ever wish for
Sometimes you're sweeter than a pie made of lemon
But sometimes full of secrets like Clark Kent
Twist me around
All I need is someone who's willing to stroke my hair
Like a soft blowing breeze..
My poor sentimental side
Twist me around
I've always dreamed of being couple like Daisy and the famous Donald Duck
Harry and Sally or Bonnie and Clyde all you have to do is knock
Sometimes you're sweeter than a pie made of lemon
But sometimes full of secrets like Clark Kent
Twist me around
All I need is someone who's willing to stroke my hair
Like a soft blowing breeze..
My poor sentimental side
Twist me around
All I need is someone who's willing to stroke my hair
Like a soft blowing breeze..
My poor sentimental side
Twist me around
Tuesday, March 12, 2013
Tentang Kita
Oh Tuan, ternyata aku rindu
Rindu pada definisi tentang kita
Kita yang bersembunyi dari pandangan heran orang-orang
Kita yang mencuri waktu di sela kesibukan masing-masing untuk berdua
Kita yang saling menyelamatkan dari himpitan perasaan dan logika yang terus membelenggu
Kita yang salin membutuhkan karena hanya aku jawabanmu dan kamu jawabanku
Kita yang menjadi paradoks tentang kebersamaan
Aku rindu menjadi kita yang bisa saling menghapuskan pilu
Atau sekedar mengingatkan bahwa luka hati itu tidak perlu
Rindu pada definisi tentang kita
Kita yang bersembunyi dari pandangan heran orang-orang
Kita yang mencuri waktu di sela kesibukan masing-masing untuk berdua
Kita yang saling menyelamatkan dari himpitan perasaan dan logika yang terus membelenggu
Kita yang salin membutuhkan karena hanya aku jawabanmu dan kamu jawabanku
Kita yang menjadi paradoks tentang kebersamaan
Aku rindu menjadi kita yang bisa saling menghapuskan pilu
Atau sekedar mengingatkan bahwa luka hati itu tidak perlu
Saturday, March 9, 2013
Simpul Part : Prolog
Biarkan aku berimajinasi malam ini, tentang kita yang menjadi nyata
Bukan sekedar legenda atau khayalan semata
Biarkan aku menenun kisah ini menjadi seindah yang ku mau
Tanpa batasan moral, ruang atau waktu
Biarkan aku menjadi aku yang mencintaimu begitu saja
Terlepas kita akan berakhir menjadi sama
Atau hanya selintas drama
*to be continued*
Bukan sekedar legenda atau khayalan semata
Biarkan aku menenun kisah ini menjadi seindah yang ku mau
Tanpa batasan moral, ruang atau waktu
Biarkan aku menjadi aku yang mencintaimu begitu saja
Terlepas kita akan berakhir menjadi sama
Atau hanya selintas drama
*to be continued*
Wednesday, January 23, 2013
#temukan
Ditengah lautan rumput yang diselimuti cahaya purnama, kau berkata
"tak usah kau cari sapu tangan atau tisu untuk menyeka lelahmu
#temukan saja aku dan akan ku gantung selalu senyummu disitu"
Seraya tanganmu menyelimuti pundakku yang mendadak kedinginan
Dan malam itu kian pekat, semakin gelap
Tapi aku selalu bisa #temukan cahaya pada matamu kala menatapku
"Terima kasih, kamu baik.."
Ujarku sembari mencari-cari kata agar kita tetap bersama
Mencuri waktu ditengah himpitan rutinitas
Agar aku bisa #temukan kembali
Senyummu yang aku candu
Tapi, tidak di malam ini
Kita mengasing, bersembunyi di balik tembok masing-masing
Berenang bersama pikiran pribadi
Mencoba menelaah akan rasa yang telah kita #temukan berdua
Aku cari apa yang terjadi dengan kita
Namun yang aku #temukan hanya kegelisahan
Dimanakah letak keresahan hakiki?
Itu adalah saat ku #temukan bahwa kita tidak bisa bersatu selamanya
Jika nanti kau rindu
Tak usah cari aku sejauh ragaku yang menghilang
#temukan aku di relung hatimu
yang bergetar meneriakkan hadirku
#temukan aku dalam rindu yang tertuang pada tiap tetesan teh manis hangat
Yang kau minum sore ini
Aku tidak pergi, tidak juga lari..
Kamu selalu bisa#temukan aku..
Di sela-sela jemarimu
Di rambutmu yang teracak
Di kehangat pelukan dari belakang
Di pojok ingatanmu
Bahwa kita pernah saling hadir, dan menjadi ada
"tak usah kau cari sapu tangan atau tisu untuk menyeka lelahmu
#temukan saja aku dan akan ku gantung selalu senyummu disitu"
Seraya tanganmu menyelimuti pundakku yang mendadak kedinginan
Dan malam itu kian pekat, semakin gelap
Tapi aku selalu bisa #temukan cahaya pada matamu kala menatapku
"Terima kasih, kamu baik.."
Ujarku sembari mencari-cari kata agar kita tetap bersama
Mencuri waktu ditengah himpitan rutinitas
Agar aku bisa #temukan kembali
Senyummu yang aku candu
Tapi, tidak di malam ini
Kita mengasing, bersembunyi di balik tembok masing-masing
Berenang bersama pikiran pribadi
Mencoba menelaah akan rasa yang telah kita #temukan berdua
Aku cari apa yang terjadi dengan kita
Namun yang aku #temukan hanya kegelisahan
Dimanakah letak keresahan hakiki?
Itu adalah saat ku #temukan bahwa kita tidak bisa bersatu selamanya
Jika nanti kau rindu
Tak usah cari aku sejauh ragaku yang menghilang
#temukan aku di relung hatimu
yang bergetar meneriakkan hadirku
#temukan aku dalam rindu yang tertuang pada tiap tetesan teh manis hangat
Yang kau minum sore ini
Aku tidak pergi, tidak juga lari..
Kamu selalu bisa
Di sela-sela jemarimu
Di rambutmu yang teracak
Di kehangat pelukan dari belakang
Di pojok ingatanmu
Bahwa kita pernah saling hadir, dan menjadi ada
Subscribe to:
Comments (Atom)